7 Tips Memberi Makan Bayi Saat Dia Melakukan Aksi Gerakan Tutup Mulut

7 Tips Memberi Makan Bayi Saat Dia Melakukan Aksi Gerakan Tutup Mulut

Nah, sebetulnya gimana sih teknik memberi santap yang benar ke bayi? Sebenarnya nggak terdapat aturan yang baku sekali sih, pada dasarnya pemberian santap pada bayi seluruh disesuaikan dengan keperluan dan teknik pengasuhan yang ibu pilih. Yang tentu semuanya mesti ‘manusiawi’ ya, sebab meski si bayi masih kecil, belum dapat ngomong dan memilih mereka mau santap gimana, tetap aja mereka insan dan selayaknya diperlakukan laksana kita inginkan diperlakukan. Mau tersebut teknik spoon feeding atau BLW, pastikan anak menjalani proses makannya dengan senang, dan dia mendapat nutrisi yang lumayan dengan teknik yang tidak membahayakan nyawanya (risiko tersedak dan beda sebagainya). Bagi acuan kapan, apa dan bagaimana memberi MPASI pada bayi, temen-temen dapat klik pembahasan lengkapnya di website IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) ini.

Nah, semuanya pasti akan gampang ya, bila si bayi mau santap dengan lahap. Terus gimana bila si bayi lagi GTM (Gerakan Tutup Mulut) alias mogok makan? Ibu tentu ngerasa cemas, resah dan pusing mikirin gimana metodenya biar si anak mau santap dan nggak sampai tidak cukup gizi. Ingat, buibu, anak pun manusia yang kadang punya mood pun saat makan, sama kayak anda orang dewasa. Ada kalanya dia malas makan sebab dia lagi sakit gusinya (tumbuh gigi), lagi bosen sama menu yang anda kasih, lagi ngantuk, inginkan main atau ya sebab lagi malas santap aja. Di sini peran Ibu yang penting, gimana metodenya biar anak tetap inginkan makan supaya gizi tetap terpenuhi tanpa mesti memaksakan anak makan, sebab maksain anak santap (apalagi pakai teknik kekerasan) sama aja dengan nambah PR kita, karena bila anak telah trauma makan, sulit banget sembuhnya, buibu! Kuncinya hanya dua: sabar dan telaten.

7 Tips Memberi Makan Bayi Saat Dia Melakukan Aksi Gerakan Tutup Mulut
7 Tips Memberi Makan Bayi Saat Dia Melakukan Aksi Gerakan Tutup Mulut

Kali ini agenbolaonlineterpercaya bakal ulas teknik mengatasi anak GTM di masa MPASI (Gerakan Tutup Mulut) tanpa menciptakan anak ke depannya jadi trauma santap dan kian susah makan. Yuk disimak!

1. Aturan kesatu dan khususnya : JANGAN pernah sekali-kali paksaian anak bikin makan. Karena bila kita udah mulai tergoda maksain anak makan, akibatnya dapat fatal lho

Menghadapi bayi GTM emang perlu kesabaran ekstra. Yang urgen tetap tenang dan tidak boleh paksakan anak santap ya.

Kebiasaan yang beredar di masyarakat anda tetap metode lama, yaitu bila mau sehat dan gendut, bayi mesti santap yang tidak sedikit dan seporsi gede kudu habis, tak peduli gimana metodenya dan berapa lama prosesnya. Segala teknik dilakukan, dari yang bujukin santap dengan rayuan-rayuan gombal, ajak santap keliling komplek hingga gempor dan bila udah mentok, maksain santap dengan sistem diktator. Pokoknya anak mesti makan tidak sedikit dan habis, titik. Sebenarnya sih ya, nggak terdapat yang salah dengan niat ibu-ibu yang hendak anaknya santap dengan tidak sedikit dan lahap, melulu saja persepsi anak makan tidak sedikit biar sehat dan gembul tersebut sepertinya mesti diluruskan. Nggak selamanya anak sehat tersebut identik dengan gemuk, buibu. Selama garis di KMS menunjuk pada kurva normal dan DSA kalian mengaku anak ibu sehat tidak kelemahan gizi, nggak butuh terpaku pada tampilan gendut biar puas dan yakin anakmu sehat. Saat ngasih makan, nggak hanya porsinya yang diacuhkan tapi pun kandungan nutrisinya. Saat anak malas santap pun, usahakan tidak boleh sekali-kali memaksakan anak makan. Kita dapat coba lagi di jam lainnya atau menu lainnya. Ribet? Iya. Tapi ingat, bila anak dipaksa makan, konsekuensinya dapat lebih ribet. Sebaiknya batasi masa-masa anak makan, tidak lebih dari 30 menit. Lebih dari itu, berakhir tidak berakhir usahakan stop sebab pemberian santap sudah tidak efektif.

2. Jika anak sulit makan, daripada menjejali anak wajib berakhir dalam satu porsi besar, dapat diakali dengan santap dengan porsi kecil (atau seluruh bayi) dengan frekuensi yang lebih sering

Makan tidak banyak tapi sering dapat jadi solusi sedangkan anak masih GTM, lho. via www.parents.com

Saat anak sedang sulit makan, rasanya gemes banget kan, hendak rasanya bikin menjejalkan anak santap dalam satu porsi besar biar makannya nggak usah sering-sering. Kekhawatiran terbesar ibu-ibu ketika anak sulit makan ialah apakah nutrinya tercukupi dengan baik. Nah, ternyata maksain anak ngabisin satu porsi gede malah akan mempersulit proses belajar santap bayi kalian, lho buibu. Sebaiknya, kasih santap dalam porsi kecil namun frekuensi lebih sering. Terapkan responsive feeding, yaitu santap dengan memperhatikan situasi mood si bayi. Jika bayi udah nangis, memberontak, santap dengan malas-malasan dan ogah buka mulut, usahakan ya lanjutkan acara makannya di jam yang lain. Nutrisinya pun buatlah lebih padat dan usahakan pemberian lemak tambahan supaya meski anak tidak begitu lahap makan, nutrisi yang didapat tidak berkurang.

3. Ajak anak santap dengan suasana santap yang riang dan ceria

Suasana riang menolong anak tidak merasa tertekan ketika makan.

Saat anak rewel dan sulit makan, kita dapat jadi tergoda untuk menyerahkan gadget atau mainan yang dapat mengalihkan perhatian santap bayi. Bisa pun mengalihkan perhatiannya dengan menyuruh bayi berjalan-jalan terbit rumah. Emang sih mengerjakan hal ini nggak dosa, namun efek ke depannya nanti dikhawatirkan nggak bagus buat kelaziman makan anak. Daripada memindahkan perhatian anak dengan gadget atau jalan-jalan keliling komplek, lebih baik alihkan perhatian anak dengan finger food – makanan yang biasa dia pegang dan santap sendiri. Yang tentu harus tetap sabar ya, biar keadaan makannya tetap mengasyikkan dan nggak stres.

4. Sesuaikan waktu santap anak dengan situasi anak

Makan seraya tidur! Wah, kalo ini sih kocak ya. via www.dailymail.co.uk

Kalau anak kelihatan ngantuk, ya nggak butuh dipaksa santap saat tersebut juga. Atau dia keliatan resah sedang hendak pup, tentu perutnya lagi bergejolak nggak enak ‘kan? Perhatikan situasi dan mood anak, bila dia lagi ngantuk, jenuh atau nggak nyaman, kita dapat pilih jam beda buat makan. Nggak butuh sayang-sayangin makanannya. Saran Hipwee sih, ketika ngasih santap anak, pas sendokin ke mangkoknya nggak perlu tidak sedikit dulu biar resiko tidak sedikit buang makanan nggak terlampau gede.

5. Maksimalkan pemberian cemilan sehat dan tingkatkan kalori makanan dalam satu porsinya, bukan maksimalkan pemberian susunya saja

Biasakan anak santap makanan sehat sejak kecil ya.

Banyak yang berpikir anak susah santap nggak apa-apa, sekitar anak masih powerful minum susu. Memang betul buibu, anak-anak juga dapat dapat nutrisi pun dari ASI atau susu rumus yang diberikan, namun di sini anda tidak melulu sekedar berjuang memberikan santap ke anak lho, namun menerapkan kelaziman makan yang baik. Jadi intinya memang anda tidak diperkenankan memaksa anak untuk santap ‘seperti yang anda mau’ namun bukan berarti terus melepaskan anak minum susu suka-suka dan skip jam makan. Biasakan anak santap di jam yang teratur, entah si bayi makannya berakhir atau tidak habis. Selain guna membangun kelaziman makan yang baik, juga supaya anak tidak hanya cuma kenyang oleh susu. Kalau anak merasa dia tidak butuh makan sebab dengan minum susu aja kenyang, maka si anak MPASI yang notabene telah di atas 6 bulan tersebut tidak akan dapat memahami hakikat belajar makan tersebut sendiri.

6. Berikan anak makanan yang dapat dia pegang dan santap sendiri

Ada anak yang suka memegang sendiri makanannya. Nah, kalo gini kamu dapat kombinasikan BLW dan spoon feeding guna anakmu, lho.

Kadang anak suka ogah-ogahan makan sebab dia melulu menjadi seseorang yang dikasih suapan sendok, sementara dia melulu duduk diam nggak ngapa-ngapain. Kadang suka terdapat kan ya, anak yang bosenan gitu. Solusinya nggak butuh buru-buru kasih gadget kok, buibu. Bisa dicatut dengan kasih dia finger food atau makanan yang dapat dia genggam. Kamu dapat kasih dia sayuran kukus atau crackers bayi yang dapat dia mainkan dan santap sendiri. Biasanya sih teknik ini cukup ampuh untuk menanggulangi GTM.

7. Last but not least, anak nggak bakal GTM selamanya, kok

Bayi yang bahagia lebih urgen dari sekedar santap banyak. Kalau bayinya happy, dia pun nanti akan merasakan makan.

Sekarang udah tidak sedikit kok opsi bahan makanan yang aman sekaligus enak bikin bayi. Sama laksana kita orang dewasa, bayi pun punya preferensi makannya sendiri, lho. Kalau dia sedang jenuh nasi, kita dapat coba variasikan menu utamanya dengan kentang, ubi atau pasta. Untuk ekstra penyedap rasa, sebab bayi di bawah satu tahun belum disarankan untuk konsumsi gula dan garam, dapat divariasikan dengan menambahkan keju atau nutritional yeast ke dalam menu MPASI bayi. Kita juga dapat menambahkan bumbu aromatik laksana bawang, ketumbar, daun salam dan sebagainya ke dalam menu masakan MPASI. Tujuannya ya biar bayi dapat merasakan sensasi santap yang berbeda, nggak hambar saja. Yang pasti tidak boleh sampai anak trauma santap ya buibu, sebab pulihnya lama dan susah. Gejalanya trauma makan sebab terus menerus dipaksa makan? Ya GTM-nya nggak kelar-kelar, bahkan bila udah liat makanan dan perlengkapan makan dapat ngambek atau nangis. Sebaiknya ini nggak butuh sampai terjadi ya.

Semoga pembahasan Hipwee kali berfungsi ya, buibu! Ingat, emang sih ibu punya hak untuk menata anaknya mau santap apa dan bagaimana namun semuanya pasti dikondisikan dengan mood dan keperluan anak. Kalau udah mentok, kamu dapat konsul ke DSA atau berpengalaman gizi yang kompeten di bidangnya. Yang tentu STOP maksain santap pada anak, lagipula sampai buat anak nangis-nangis nggak berdaya. Yakinlah, pada waktunya GTM tentu akan terlewati kok, Bu. Jadi tetap motivasi dan berikan yang terbaik bikin si buah hati ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *